Sugeng Wahyono Anggota DPRD Magetan Dari PAN Dituding mau Embat Duit Arisan,Minta Biaya Reses Pada Masyarakat

MagetanOnline.com, Magetan,02/01/2012

Belum lagi masalah Widodo Tri Saksono anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Amanah Nasional (PAN) yang diduga kuat terima uang dari PDAM sebesar Rp 75 juta, konon untuk memuluskan LPJ Bupati, sudah dianggap selesai

Satu lagi anggota DPRD juga dari PAN Sugeng Wahyono, dituding bawa uang arisan paguyuban pengusaha kulit Magetan belasan juta..

“Ini tidak ada tendensi politik, kami juga sudah memberinya toleransi. Katanya sepekan ini dia (Sugeng Wahyono) mau mengembalikan. Tapi ditungu-tunggu tidak kunjung ada penyelesaian, malah kalau perlu dan teman-teman paguyuban setuju kami akan membawanya ke ranah hukum,”kata salah seorang pengurus arisan paguyuban yang menolak disebut kepada MO, Minggu (01/01).

Menurut dia, uang paguyuban yang dibawa Sugeng Wahyono itu dilakukan saat wakil rakyat ini masih menjadi ketua paguyuban pengusaha kulit. Sebenarnya, sebelum lengser dari ketua dan digantikan Basuki Rahmanto, uang paguyuban itu sudah ditagihnya,  tapi dia terus minta waktu. “Saat pertanggungjawaban uang itu mestinya harus juga diserahkan, tidak hanya pembukuannya saja. Tapi, dia hanya mengatakan menyusul- menyusul. Sebenarnya tidak banyak, total sebesar Rp 14 juta,”katanya.

Dengan rincian, Rp 12 juta uang iuran dan Rp 2 juta uang reses Sugeng Wahyono. “Aneh juga dia, masak uang reses yang dibiayai APBD minta ke paguyuban. Ini apa tidak menyalahgunakan kewenangan. Mestinya dia malah memberi kepada konstituennya, bukan malah main palak seperti itu,”tambah pengusaha kulit ini.

Selama ini, lanjutnya, pengusaha kulit yang tergabung di paguyuban ini membiarkan masalah itu, karenatidak ingin dia mencari cari kesalahan, sehingga membuat sulit kerja perajin kulit. Tapi lantaran tempo hari dia mulai mencari cari dan mengekposnya lewat media local setempat, pengusaha kulit geram juga. “Kami sudah berusaha mengalah dan membiarkan masalah itu, tapi dia mencari-cari dan mulai ngurek ngurek keberadaan IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah), maka kami sepakat juga menungkap kasus uang yang dibawanya itu,”jelasnya.

Sugeng Wahyono, aebenarnya berusaha membuat pertanggungjawab keuangan paguyuban dengan membuat pembukuan yang diduga rekayasa Sugeng Wahyono berusaha membuat beberapa lembar kuitansi pengeluaran yang diduga aspal (asli tapi palsu) dengan mencatut sejumlah toko di Magetan,”katanya..

Sugeng Wahyono yang dituding bawa uang paguyuban itu ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengembalikan uang paguyuban sebesar Rp 2 juta, sedang sisanya, masih meminta waktu. “Saya sudah kembalikan dan sudah tak transfer ke bendahara dua sebesar Rp 2 juta. Kurangnya nanti akan saya bayar menyusul. Saya minta waktu,”kata Sugeng.

Ketua Paguyuban Pengusaha Kulit Magetan Basuki Rakmanto, secara implisit membenarkan kasus itu. Tapi secara pribadi sudah tidak mengurusnya uang yang dibawa Sugeng Wahyono itu. “Kalau saya sudah tidak mikir, tapi anggota paguyuban banyak yang menanyakan masakah keuangan itu. Maklum tidak semua pengusaha kulit itu pemodal besar,”kata Basuki kepada MO di pabriknya di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Magetan.

Basuki menyerahkan saja masalah itu kepada anggotanya yang keseluruhan berjumlah 99 orang itu. “Saya menunggu keputusan anggota saja, bagaimana penyelesaian uang itu nantinya,”jelas Basuki yang juga Ketua DPC Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI)Magetan ini

Sementara Ketua DPD PAN Magetan Sutikno belum mendapat laporan terkait kasus Sugeng Wahyono dengan paguyuban pengusaha kulit Magetan itu. “Saya belum bisa berkomentar karena tidak ada laporan dari paguyuban pengusaha kulit,”kata Sutikno yang juga Wakil Ketua DPRD Magetan ini. (DP)

Telkom Magetan Tidak akan Tuntut Ganti Rugi ke Pemkab. Tiangnya Ambruk tertimpa Pohon Tumbang

Magetan, MagetanOnline.com, 03/12/2011

Hujan deras disertai angin kencang , pada pukul 14.00 WIB ( 03/12), di wilayah Magetan, mengakibatkan banyak pohon tumbang, tidak terkecuali yang berada di jalur hijau sepanjang jalan protokol.

Salah satu pohon yang berada di perempatan Selosari, Jl. Patimura, Magetan, tumbang dan menimpa tiang telphone dan akhirnya ikut roboh juga , berakibat jalan protokol macet untuk sementara waktu.

” Parmin” salah satu pengurus Kopegtel yang berada dilokasi kejadian, saat dikonfirmasi MO mengatakan, ” Kita dari Telkom, berusaha memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat, begitu ada laporan tiang telphone patah, saat itu juga kami benahi, agar masyarakat tidak terhambat untuk menikmati jasa layanan Telkom, pada saat ini ada dua tiang mengalami hal yang sama ” ujar Parmin.

Saat ditanya berapa kerugian Telkom, dan apakah Telkom tidak menuntut ganti rugi tiangnya yang patah akibat ada pohon dijalur hijau yang tumbang ,ke Dinas PU, ?, dijawab oleh Parmin, ” Tiang yang patah akibat pohon yang tumbang, pihak telkom jelas rugi, harga pertiang lebih kurang Rp.1.000.000,-, dan kami tidak pernah mengajukan claim ke Dinas PU, yang penting kami sesegera mungkin untuk benahi demi pelayanan bagi masyarakat pelanggan Telkom ” Jawab Parmin pada MO.

Mengingat saat ini sering turun hujan yang kadang - kadang disertai angin kencang , resiko tumbangnya pohon2 dijalur hijau semakin besar, dikarenakan pohon2 tersebut tumbuh besar dan  tidak terurus

Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya, mengatakan pada MO ” kami sudah berkali - kali mendatangi dinas PU ,untuk memotong ujung dan ranting pohon yang terlalu tinggi, karena sangat membahayakan rumah-rumah kami yang tidak jauh dari jalur hijau saat hujan deras disertai angin kencang, tapi justru kami mendapat jawaban ” ini sudah sesuai tata kota ” dan kadang2 dijawab ” tidak ada anggaran”, ujar penduduk yang tidak mau disebut namanya pada MO. ( Jack )

PDAM Magetan Parah, Kasih Uang Suap Anggota DPRD dari PAN

Magetan, MagetanOnline.com 15/11/2011

Kasus dugaan pemberian uang “sogok” dari PDAM Kabupaten Magetan sebesar Rp 75 juta kepada Widodo Tri Saksono, anggota DPRD dari PAN, akan dipertanyakan sejumlah kalangan masyarakat setempat.

Untuk itu, Rabu (16/11) mendatang sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda/ pemudi Magetan akan melayangkan surat dialog dengan PDAM untuk mempertanyakan maksud pemberian uang itu.

“Saya pernah menanyakan itu kepada Ketua DPD PAN. Tapi jawaban pimpinan PAN setempat tidak jelas,”kata Arief Junaedi, salah seorang tokoh pendidikan ini kepada MO, Senin (14/11).

Mestinya, Ketua DPD PAN juga harus investigasi dengan mengumpulkan bahan keterangan dan bukti-bukti terkait kabar itu. Tidak semestinya Ketua DPD PAN pasif mendengar kadernya menerima sogokan itu. “Apalagi, konon uang yang diberikan PDAM kepada anggota DPRD dari PAN, yang disampaikan direktur tehnik PDAM Setu itu untuk seluruh anggota DPRD Magetan,”jelasnya, seraya menambahkan sesuai keterangan Kepala Bagian (Kabag) Pelanggan dan Humas PDAM Sugianto, pemberian uang ke DPRD itu ada tanda terimanya.

Dijelaskan, pemberian uang itu terkait sidang pari purna beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri 2011 lalu. Saat itu, siding pari purna itu selalu tidak memenuhi kuorum, sehingga sidang pari purna itu tidak kunjung selesai. “Kabar burung yang bersumber dari dewan, saat itu ada permintaan DPRD kepada eksekutif yang ditolak. Sehingga, sejumlah kalangan anggota dewan mangkir menghadiri sidang pari purna itu. “Karena katanya ada permintaan yang tidak realistis, sehingga kabarnya bupati terpaksa menolak.

Setelah tawar menawar, akhirnya bupati hanya memberikan Rp 1 juta-an sebagai uang lebaran. Namun, uang yang dianggap kecil itu oleh anggota DPRD setempat, jadinya ada anggota dewan yang mengambil dan ada yang tidak,”kata Arief, sambil menambahkan, Humas PDAM pernah membuat pernyataan uang yang diberikan kepada anggota DPRD itu sifatnya pinjaman dan PDAM punya tandaterima. “Sejak kapan PDAM ganti jadi bank atau BPR. Kalau gitu, ayo masyarakat pinjam uang aja ke PDAM,”ajak Arief.

Dian Kustiani, salah seorang tokoh pendidikan membenarkan rencana melayangkan surat permohonan untuk dialog dengan PDAM terkait dugaan pemberian uang sogokan kepada salah seorang anggota DPRD Kabupaten Magetan itu. “Mungkin satu, dua hari ini. Insya Allah, Rabu (14/11) surat itu sudah kami kirim. Tinggal nunggu nantinya PDAM bersedia atau tidak,”kata Dian yang akan menggandeng seluruh LSM dan tokoh masyarakat Magetan ini.

Selain menanyakan itu, tambah Dian, masyarakat juga akan menanyakan mahalnya tarif air yang dikelola PDAM. Bagaimana mereka menghitung dan menentukan tarif yang sesuai dengan kondisi perekonomian warga Magetan. “Ini juga masalah, tarif reclas yang tidak ada dasar hukumnya itu. Dasar hukum cacat, kemudian direvisi tapi tetap dipakai untuk memungut uang rakyat. Kita lihat saja, itu masuk korupsi atau tidak,”katanya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Magetan Sutikno yang berusaha dikonfirmasi lewat telepon selulernya tidak ada tanggapan. Begitu juga Widodo Tri Saksono anggota DPRD dari PAN itu juga tidak membalas ketika dikirimi pesan pendek, terkait uang Rp 75 juta pemberian PDAM Kabupaten Magetan yang mestinya untuk seluruh anggota dewan tapi kabarnya dikantongi sendiri.

Sementara Kepala Bagian Pelanggan dan Humas PDAM Kabupaten Magetan Sugianto, ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu soal pemberian uang dari PDAM Kabupaten Magetan  kepada Widodo Tri Saksono anggota DPRD setempat. “terkait itu, maaf saya nggak tahu. Jadi sekali lagi maaf tidak bisa memberikan penjelasan, “kata Sugianto kepada MO, yang mengkonfirmasikan masalah dugaan uang sogokan itu lewat pesan singkat, Senin (14/11).

Namun Sugianto, tidak bisa mengelak ketika MO mengungkapkan statemennya kepada wartawan terkait uang Rp 75 juta yang diberikan PDAM lewat direktur tehnik Setu sebagai uang utang piutang dan PDAM punya bukti tandaterima. “Ya yang saya tahu hanya sebatas itu,”katanya singkat. DP

Bupati Magetan Batalkan Perbub Kenaikan Tarif PDAM

Magetan, MagetanOnline.com,31/10/2011

Masyarakat Magetan sangat gerah dengan aturan tarif khusus Reklasifikasi dari Dirut PDAM  baru, yang menggunakan indikator , Luas lahan, bentuk bangunan rumah, kepemilikan kendaraan dari pelanggan dll sebagai patokan , penggolongan pelanggan PDAM , yang berbuntut pengenaan besar kecilnya tarif pemakaian /m3 air PDAM.dan biaya kenaikan progresif pemakaian air PDAM yang digunakan pelanggan diatas 10m3 luar biasa tingginya

Tidak heran kalau masyarakat mengeluh,kebutuhan air untuk rumah tangga ,rata - rata hanya membayar kisaran Rp. 15.000,- s/d Rp.25.000,- , sekarang harus membayar diatas Rp.100.000,-. ketika warga tidak mampu bayar dan nunggak, tanpa kompromi pihak PDAM langsung putus dan cabut pipanya, kalau tunggakan pelanggan dilunasi, dikenakan lagi biaya pemasangan diatas Rp,500.000,-

Sangat ironis , PDAM  tanpa olah air, cukup ambil dari sumber - sumber alami, masyarakat Magetan harus bayar tinggi untuk kebutuhan air bersih, dibanding daerah-daerah lain yang harus mengolah air dulu sebelum disalurkan pada warga.

menyimak dan mensikapi kegelisahan masyarakat, Bupati Magetan,(31/10) didampingi Dirut PDAM, Humas dan Bag Hukum Pemkab,bertempat di ruang kerja Bupati, menyatakan dengan tegas membatalkan Peraturan Bupati No.20 Th.2010 tahap III tentang Tarif khusus reclass pelanggan PDAM dan kembali pada aturan lama yaitu Perbub No.20 Th.2010 tahap I.

” Tarif khusus reclass,mendasarkan  Permendagri No.23 tahun 2006 , akan tetapi melihat situasi dan kondisi masyarakat Magetan yang dirasa belum mampu , saya dengan tegas batalkan reclass kenaikan tarif PDAM apapun resikonya untuk kepentingan rakyat Magetan, dan tidak ada tendensi kepentingan untuk Pilkada 2013″ Kata Sumantri.

Masih kata Sumantri, ” Masyarakat pelanggan PDAM hendaknya jangan merusak atau menyambung saluran sendiri, dan tolong bayar tepat waktu , untuk pembatalan Perbub mengenai reclass kalau ada anggapan Bupati tidak konsisten, tidak masalah karena semua mendasar pada aturan” ujar Sumantri dengan tegas.

Dengan kembalinya keaturan lama,Dirut PDAM , Sofyan menghimbau pada lebih kurang 60 orang pelanggan PDAM yang pindah swadaya  pengadaan air sendiri, untuk kembali sebagai pelanggan PDAM. ( Jack )

Rekanan Proyek Urunan , Pasok Upeti Ke LSM ” L ” Biar Aman

Magetan,MagetanOnline.com 25 September 2011

Para Pelaksana Proyek pembangunan di Magetan, merasa tidak aman dan tidak nyaman, jadi nggak heran kalau ada pembuatan  Gedung2 baru  sekolah dan  proyek2 lain mangkrak, tidak terselesaikan dengan dalih pemborong tekor

Beberapa Rekanan yang tidak mau disebut namanya menyatakan pada MO(25/09) ” Proyek pembangunan mangkrak dan tidak terselesaikan karena 2 hal ,pertama, karena mentalitas dari si Pemborong yang sudah buruk Track Recordnya, para pemborong di Magetan, tau siapa yang punya sifat kayak begitu, tapi anehnya SUJKnya tetap terbit dan selalu dapat garapan walaupun hasil garapannya sudah bisa diduga”.

Masih Kata Rekanan, ” Yang Kedua, antara lain tata cara Pelelangan / Tender dan Penunjukan langsung, sangat memprihatinkan dan bisa diduga siapa pemenangnya dan siapa penerima Penunjukan Langsung, walaupun toch dia tidak punya qualified untuk itu,dan yang paling menyebalkan , Premanisme berkedok keamanan garapan , dari beberapa rekanan yang dapat proyek, dimintai oleh “Koordinator” urunan sebesar Rp. 1.500.000,- per paket untuk diberikan pada LSM “L”, karena rekanan menganggap LSM “L”satu-satunya LSM yang bisa mengamankan Proyek garapannya.” Ujarnya pada MO

Dan sangat Tragis DAK 2010 di lingkup Depag Magetan, pembuatan atau rehap gedung Baru lebih dari 15 paket, konsultan perencananya hanya ‘PANDEGA RAYA”, dan banyak rekanan tekor lebih dari 5 Juta rupiah, karena fluktuasi harga, bukan hanya sebatas itu, kepala2 Sekolah yang terima Proyek tersebut dimintai oleh salah satu kepala sekolah sebagai koordinator, uang sebesar Rp.1.500.000,- untuk jasa keamanan Aparat dan LSM “L”. ( Jack )

Penjahat Nasabah Bank BRI Cab.Magetan, Kembali Beraksi

Magetan, MagetanOnline.com, 20/09/2011

Magetan sebuah kota kecil, mulai tidak aman bagi nasabah Bank, banyak kasus perampasan, perampokan  dan pencurian dengan kekerasan pada nasabah, rata2 nasabah dari Bank BRI Cabang Magetan

Sebagaimana musibah yang dialami Purnomo (50 ) warga Tamanan, Sukomoro, Magetan yang berprofesi Kepala Sekolah SDN Milangasri 1 Magetan dan juga sebagai Ketua Kelompok Tani.

Penuturan Purnomo pada MO (20/09)sebagai berikut : ” Hari ini tadi  (20/9) Saya ke BRI Cabang Magetan untuk pengambilan uang milik Kelompok Tani, sejumlah Rp.46.500.000,-, uang tersebut saya masukkan ke Jok Motor Kharisma X No.Pol. AE 5038 PF, saat itu juga saya mluncur ke ATM Bank Jatim yang ada di RSUD Magetan untuk mengambil uang pribadi, motor saya parkir ditempat parkir RSUD didekat ATM sekitar pukul 10.30 WIB, 10 menit kemudian ,saya keluar dari Box ATM , Jok sepeda motor sudah dalam keadaan terbuka , uang Rp.46.500.000, sudah raib. ” Ujar Purnomo pada MO

Parman (35 ) Juru Parkir RSUD Magetan yang bisa dianggap saksi , pada MO (20/9) menyatakan sebagai berikut ” Saat itu ada 2 sepeda motor, Vixon warna Merah dan Motor Bebek dengan No.Pol. N 6872…, masing-masing motor 2 orang, masuk dihalaman parkir RSUD, yang Vixon dipintu parkir sebelah selatan dan pengendaranya  berbaju motif garis-garismasih tetap diatas motor, yang motor bebek  diparkir dihalaman parkir sebelah selatan, tak berapa lama kemudian saya dengar suara cukup keras ” Thak ” 3 menit kemudian motor Vixon Merah dan Bebek tancap gas keluar dari halaman parkir RSUD, selang beberapa menit kemudian saya dengar ada orang bagasi motornya dibongkar dan uangnya Rp.46.500.000,- hilang. Tutur Parman pada MO

Marino Kapolsek Magetan yang ada di TKP, minta pada Pers untuk tidak mempercayai ucapan Jukir Parman mengenai motor Vixon dan Bebek No.Pol. N 6872…,sebagai pelaku tindak kejahatan, karena Polisi belum melakukan identifikasi secara menyeluruh.  ( Jack )

Dampak Kolusi Direktur RSUD Magetan pada Rekanan, Kuli Tak Terbayar

Magetan, MagetanOnline.com, 17/09/2011

Pembangunan gedung bank darah dan ruang manajer RSUD dr Sayidiman Magetan menyisakan masalah. Sejumlah orang yang terdiri dari tukang batu, tukang kayu dan kuli bangunan mengaku upahnya belum dibayar hingga kini, oleh pelaksana proyek pembangunan gedung tersebut

Sejumlah orang itu berniat melaporkan penggelapan upah yang dilakukan pelaksana proyek itu.ke Polisi karena para kuli bangunan tersebut sudah berusaha mencari pimpinan pelaksana proyek, namun sudah tidak berada di alamatnya.

Menurut Sujar, koordinator tenaga borongan bangunan, pelaksana proyek gedung bank darah dan ruang manajer itu hasil penunjukan Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Sayidiman. Padahal, orang itu (pelaksana) tidak punya CV, sebagai mana pelaksana pembangunan. “Mestinya, Dirut tahu. Kalau orang yang ditunjuk dan mengerjakan proyek itu tidak punya CV, jangan diberikan proyek. Ada apa dengan direktur RSUD Magetan,”katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/9).

Informasi yang dihimpun MO menyebutkan, proyek yang dibiayai dengan dana APBD II Kabupaten Magetan sebesar Rp 96 juta itu dikerjakan oleh CV Arosa. Tapi, CV itu hanya digunakan merek-nya saja. Karena yang mengerjakan dan ditunjuk Dirut RSUD Sayidiman itu bukan seorang kontraktor dan memiliki CV.

Konon, orang tunjukan Dirut RSUD itu mengaku sebagai LSM dan wartawan. Proyek yang diberikan kepada “pelaksana” bangunan berinitial T ini, sebagai kompensasi dari kasus yang diduga bisa menyeret Dirut RSUD dr Sayidiman , dari Prosedur Pengangkatan Dirut RSUD oleh Bupati dan kebijakan2 Dirut di lingkup RSUD Magetan.

Dan diduga kuat, dana perbaikan tersebut tidak  masuk pada rekening CV Arosa sebagai Pelaksana Proyek , tapi masuk direkening Dirut RSUD, dimungkinkan Direktur RSUD tidak memberikan plafon anggaran yang sebenarnya pada pelaksana proyek alias disunat.

Dirut RSUD dr  Sayidiman Ehud Alawy, yang merupakan satu-satunya Dirut RSUD di Indonesia bukan dari tenaga kesehatan ini, saat dikonfirmasi mengatakan urusan upah kepada pekerja bangunan itu bukan urusan RSUD sebagai pengguna. Namun begitu, ia  bersedia menjembatani antara pekerja bangunan dan pelaksana bangunan itu.

“Upah pekerja itu, urusan pelaksana. Kami berusaha menjembatani dengan pelaksana. Tapi tentunya, kami tidak bisa membantu sepenuhnya. Karena, sisa pembayaran yang masih ada di kami hanya sebesar Rp 7,6 juta. Kami masih berusaha menghubungi pelaksana itu,”kata Ehud, tanpa menjawab alasan penunjukan yang dilakukannya kepada orang yang bukan ahlinya ini. tim

Kredit Laptop Untuk Guru Dari Bank Jatim Magetan Menuai Keluhan

Magetan, MagetanOnline.com, 12/09/2011

Program Sagu sala ( Satu Guru Satu Laptop ) Bank Jatim di Magetan , merupakan program yang cukup kontroversial, antara kepentingan Bank Jatim , Kadindik Kab. Magetan , Rekanan Penyedia Laptop dan guru pemohon kredit, yang pada akhirnya ada beberapa  guru merasa dirugikan karena kredit Sagusala tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pada tanggal 08/08/2011 MagetanOnline menemui direktur Bank Jatim Cabang Magetan yang saat itu direkturnya masih Malakin , menjelaskan tentang program dari Kredit Sagu Sala ( Satu Guru Satu Laptop ) pada MO sebagai berikut, ” Bank Jatim punya program kredit bagi guru yang sudah mempunyai Sertifikasi dengan kredit  SAGU SALA  ( Satu Guru Satu Laptop ) dengan besaran Kredit bisa diatas 20 Juta, dari pinjaman tersebut diharapkan guru bisa membeli laptop,

Persyaratan pengajuan kredit harus mendapat rekomendasi dari Kadindik, dan uang pinjaman akan dicairkan Bank Jatim langsung kerekening pemohon, apakah uang tersebut dibelikan Laptop atau tidak, itu sudah menjadi haknya guru pemohon dan Bank Jatim tidak pernah menunjuk salah satu toko untuk pembelian laptop, Bank Jatim hanya mencairkan pinjaman ” tegas Malakin pada MagetanOnline.

Ada beberapa sumber yang tidak mau disebut namanya, bahwa guru yang mengajukan kredit SAGUSALA harus membeli Laptop pada rekanan yang telah ditunjuk, agar permohonan kredit bisa direkomendasi oleh Kadindik Kab. Magetan, walaupun guru tersebut sudah punya Laptop. Kalau bersedia , guru pemohon kredit disuruh membuat  sebuah berita acara penjanjian untuk bersedia dipotong kredit pinjamannya untuk pembayaran sebuah laptop yang harganya luar biasa mahal dibanding harga umumnya.

Beberapa keluhan mengenai SAGUSALA yang disampaikan ke redaksi MagetanOnline melalui email, antara lain sebagai berikut:

” Salam kenal, mohon ma’af sebelumnya saya posisi di Jakarta jadi mungkin susah untuk ketemunya. Sedangkan istri saya salah satu guru SMP Negeri di Kab.Magetan. Setelah saya bicara dengan istri saya, dia tidak mau identitasnya di ketahui, karena takut kedepannya akan terjadi masalah dengan dirinya.

Berdasar cerita dari istri saya bahwa penyedia Laptop masih berhubungan dekat dengan Bupati Magetan dan yg pasti sebagai Bupati dia mempunyai kepentingan dengan Bank Jatim.

Dan perlu saudara ketahui juga bahwa sampai hari ini rekening gaji istri saya di Bank Jatim masih di blokir dengan alasan uang sertifikasi belum cair dan gaji istri saya sebagai jaminan.

Secara logika dan mungkin secara Hukum bahwa Pinjaman atau kredit dengan jaminan pemotongan uang sertifikasi tidak ada hubungan dengan Gaji bulanan pegawai negri. Kecuali jaminannya gaji bulanan.

Saya berpendapat bahwa pemblokiran Gaji istri saya ini atas permintaan penyedia Laptop. Yang saya tidak mengerti kenapa Bank Jatim memberikan kredit yg dikaitkan dengan pembelian Laptop dan itu suatu keharusan.

Padahal kami memerlukan uang tersebut untuk kelanjutan sekolah anak saya. Saya sangat kecewa ternyata korupsi dan penyalah gunaan wewenang terjadi sampai di tingkat bawah bahkan mungkin lebih parah karena jarang yg berani buka mulut. Saya berharap magetan online dapat membongkar kasus-kasus korupsi yg melibatkan pejabat pemerintah maupun perbankan khususnya di Kab.Magetan. Terimakasih atas atensinya salam saya AS*

*Catatan. ( Email & Nama dilindungi berdasar UU No 40 tahun 1999 )

( Jack )

Truck Angkut Sapi Terguling, 8 Ekor Sapi Mati, Crew Masuk RSUD

Magetan, MagetanOnline.com, 08/09/2011

Truck Fuso dengan No. Pol.K 1772 N yang melaju sangat kencang dari arah Plaosan ke Magetan dengan muatan Sapi sejumlah 16 ekor yang rencana dibawa keluar kota, , terguling akibat slip di Sangeh, Plaosan.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 8 ekor sapi langsung mati seketika, sedang crew truck  yang berjumlah 3 orang beserta sopir , penduduk dengan susah payah mengeluarkannya karena kegencet ,stir dan pintu truck.

Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Dadang Kurnia, saat di temui MO di TKP (08/09) , mengatakan “  Ini kecelakaan tunggal mas, pukul 12.30.WIB. Truck Fuso dengan No. Pol.K 1772 N dari arah Plaosan Slip,  sehingga truck dengan muatan 16 ekor sapi, 3 orang crew , terguling ke ladang penduduk,

Akibat kecelakaan tersebut, 8 ekor sapi mati seketika, 3 crew langsung di bawa ke RSUD dr Sayidiman Magetan, dan tidak ada korban jiwa, detail penyebab kecelakaan dan kelaikan jalan truck tsb masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, ujar Dadang K pada MO. ( Jack )

Buruh Migran Arab Saudi Asal Magetan Meninggal Karena HIV/ AIDS

Magetan, MagetanOnline.com, 06/09/2011

Ny Suminah (35), warga Dusun Setugu, Desa Sidowayah RT 2/ RW 3, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan meninggal setelah dinyatakan positif menderita HIV/AIDS. Penyakit tersebut diduga diderita Ny Suminah sejak tiga tahun lalu, sepulang dari kerja di Arab Saudi sebagai Buruh Migran. Namun ironisnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan baru mendapat laporan 25 Juli 2011 lalu.

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Sidowayah Ny Suminem, warganya yang dinyatakan positif menderita HIV/AIDS ini berangkat kerja ke Arab Saudi sudah tiga kali. Pada keberangkatan yang kedua, Ny Suminah terlihat sering sakit-sakitan. Meski begitu, setelah pulang ke Indonesia, Ny Suminah masih sempat berangkat lagi untuk ketiga kalinya, tapi tidak lama di Arab Saudi, Bu Suminah sudah pulang ke Indonesia.

Menurut cerita teman-teman sesama Buruh Migran yang juga warga sini. Ny Suminah ini di Arab Saudi, sakitnya sudah parah. Bahkan, konon kuku dijari tangannya, sudah banyak yang lepas, dan kulitnya juga mengelupas. Tidak hanya itu, badannya mengeluarkan cairan,”kata Sekdes Sidowayah ini kepada MagetanOnline di kantornya, Selasa (6/9).

Masih kata Sekdes Desa Sidowayah ” Dua minggu sebelum Ny Suminah meninggal, lanjut Dinkes Kabupaten Magetan mendatangi Kantor Desa Sidowayah umtuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi penanganan penderita HIV/AIDS., kami juga sudah mendatangi keluarga Bu Suminah, dibantu dari Dinkes untuk mengajari cara merawat Bu Suminah, kedatangan kami rupanya sudah terlambat. penyakit Bu Suminah sudah kronis, selain, terkena berbagai penyakit kulit, terakhir hingga meninggalnya Bu Suminah juga menderita diare yang parah,”jelasnya.

Ny Suminah mantan Buruh Migran Arab Saudi ini punya dua anak. Keduanya bekerja di luar daerah. Sedang Ny Suminah dirumah dirawat Suaminya Supangat, yang bekerja sebagai petani. “Kebetulan, keluarga Bu Suminah ini rumahnya berada ditengah persawahan yang jauh dari tetangga kanan-kiri. Sehingga tidak banyak, warga yang tahu. Dan baru diketahui setelah meninggal kemarin,”kata Ny Suminem

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan yang dikonfirmasi melalui Bagian Bidang Penanganan Penyakit (P2) setempat, mengaku sudah melakukan penanganan dan koordinasi dengan instansi terkait, setelah Ny Suminah ini dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. “Setelah kami temukan 25 Juli 2011 lalu, kami langsung koordinasi dengan desa setempat, RSUD dr Sayidiman dan RSU Provinsi dr Sudono Kota Madiun.

Penderita ini sempat dirawat intensif di RSUD dr Sayidiman kurang lebih satu bulan, hingga meninggal kemarin,”kata Kepala Bagian Umum Dinkes Kabupaten Magetan Didik Setyo Margono didampingi staf Bagian P2 Eny Rahayu, kepada MagetanOnline, Selasa (6/9).

Dijelaskannya, setelah hasil laboratorium menyatakan Ny Suminah positif menderita HIV/AIDS, Dinkes langsung melakukan pemeriksaan kepada keluarga dekatnya termasuk suami, Supangat dan adik kandung penderita yang selama ini ikut merawat. Namun, kedua orang dekat penderita ini dinyatakan negatif. “Penyakit AIDS ini masa inkubasi-nya lama, jadi bisa saja sekarang dinyatakan negatif. Tapi kemungkinan setahun atau empat tahun kemudian bisa positif. Jadi kita hanya, memberikan penyuluhan-penyuluhan, bila terdapat tanda-tanda panas yang tidak turun-turun, penyakit kulit tidak kunjung sembuh, bisa langsung periksa ke RSUD dr Sayidiman Magetan atau langsung ke RSU Provinsi dr Sudono Kota Madiun,”kata Didik yang dibenarkan Eny Rahayu. ( DP )