Magetan,MagetanOnline.com 25 September 2011
Para Pelaksana Proyek pembangunan di Magetan, merasa tidak aman dan tidak nyaman, jadi nggak heran kalau ada pembuatan Gedung2 baru sekolah dan proyek2 lain mangkrak, tidak terselesaikan dengan dalih pemborong tekor
Beberapa Rekanan yang tidak mau disebut namanya menyatakan pada MO(25/09) ” Proyek pembangunan mangkrak dan tidak terselesaikan karena 2 hal ,pertama, karena mentalitas dari si Pemborong yang sudah buruk Track Recordnya, para pemborong di Magetan, tau siapa yang punya sifat kayak begitu, tapi anehnya SUJKnya tetap terbit dan selalu dapat garapan walaupun hasil garapannya sudah bisa diduga”.
Masih Kata Rekanan, ” Yang Kedua, antara lain tata cara Pelelangan / Tender dan Penunjukan langsung, sangat memprihatinkan dan bisa diduga siapa pemenangnya dan siapa penerima Penunjukan Langsung, walaupun toch dia tidak punya qualified untuk itu,dan yang paling menyebalkan , Premanisme berkedok keamanan garapan , dari beberapa rekanan yang dapat proyek, dimintai oleh “Koordinator” urunan sebesar Rp. 1.500.000,- per paket untuk diberikan pada LSM “L”, karena rekanan menganggap LSM “L”satu-satunya LSM yang bisa mengamankan Proyek garapannya.” Ujarnya pada MO
Dan sangat Tragis DAK 2010 di lingkup Depag Magetan, pembuatan atau rehap gedung Baru lebih dari 15 paket, konsultan perencananya hanya ‘PANDEGA RAYA”, dan banyak rekanan tekor lebih dari 5 Juta rupiah, karena fluktuasi harga, bukan hanya sebatas itu, kepala2 Sekolah yang terima Proyek tersebut dimintai oleh salah satu kepala sekolah sebagai koordinator, uang sebesar Rp.1.500.000,- untuk jasa keamanan Aparat dan LSM “L”. ( Jack )
RSS Feed
Twitter

Posted in 

asswrwb majune kuto koq yo bareng kalean majune nafsu tyang engkang mboten purun kangelan gole’ upo kuli kalean tukang rumongso abot tandange koq yo ono’ sing mentengkele’ gole’2 ben sugih karo ngemis sa’ kancane dewe, menopo mboten wirang kaleh awa’e dewe wirango karo Gusti Allah sing maringi urip ,…